html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en"> Jejak Kaki Lembah Lawe: Pendirian Forum Pelestari dan Pecinta Pencak Silat Tradisional Nusantara

Sunday, August 13, 2006

Pendirian Forum Pelestari dan Pecinta Pencak Silat Tradisional Nusantara

Silaturahmi Forum Pelestari Pencak Silat Tradisional Nusantara

Rekan-rekan sekalian sesama anggota milis atau para pengamat milis silat bogor yang terhormat...
Kemarin tepatnya pada tanggal 10 juni 2006, telah dilaksanakan pertemuan silaturahmi forum silatbogor kita tercinta di padepokan pencak silat TMII, sebagai wujud dari realisasi diskusi yang pertama yang sudah dibicarakan dalam silaturahmi silat sabeni atau sering kita sebut sebagai pertemuan pondok kelapa. Dengan dihadiri oleh kurang lebihnya 20 orang peserta milis silatbogor serta dari milis kaskus, juga dihadiri oleh beberapa senior silat terdiri dari beberapa orang pecinta dan tokoh silat selaku sesepuh dalam forum tersebut diantaranya: - Pak Oong Sumaryono - Master silat di Bangkok - Pak Edward - Tokoh Spesialis Silat Minang - Pak Hartono - Master silat di Vietnam - Pak H. Aziz Sya'rie- Guru Silat Cikalongan, Cianjur - Ki Sawung - Tokoh Silat Syahbandar - Babe Ali bin Sabeni- Tokoh Silat Aliran Sabeni - dll
Selain itu pertemuan yang lebih tepat kita sebut sebagai Silaturahmi ke-2 milis silat Bogor 2006 dihadiri oleh teman-teman yang mendalami beladiri lain namun tetep memiliki empati khusus untuk tetap meluangkan perhatannya pada pencak silat yang merupakan beladiri asli bangsa indonesia seperti dari Jet kundo dan jujitsu, ikut pula memberikan saran dan masukan demi tercapainya kata mufakat diantara angota forum yang hadir kemarin. Dari hasil urun rembug dari segenap peserta dalam pertemuan kemarin telah dihasilkan keputusan mengenai pembentukan dan penetapan bentuk struktur forum diskusi ini dengan memilih 2 kordinator yang memegang kepengurusan,- Kordinator Riset dan penelitian : Mas Eko Hadi S - Kordinator Dokumentasi oleh : Mas Eryanto Nugroho . Selanjutnya di sepakati juga untk membuat planning awal dan untuk membuat dokumentasi pencak silat tradisional yang pertama adalah "aliran sabeni" yang sudah mulai berjalan, serta melakukan inventarisasi data pencak silat tradisonal khususnya aliran-aliran betawi secara bertahap namun pasti di karenakan sulitnya menemukan data yang outentik mengenai keberadaan objek observasi dalam hal ini perguruan silat betawi yang akan di teliti, pastinya butuh kesabaran dan konsistensi yang tinggi untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Pertimbangan dalam pemilihan bentuk struktur seperti diatas adalah dikarenakan memungkinkan kita untuk lebih terfokus pada satu kegiatan yang real bisa di lakukan sebagai langkah awal kegiatan Forum tersebut, hal ini terkait untuk membuat lebih efektifnya dalam pengambilan keputusan dan lebih fokus pada permasalahan sedang dihadapi bersama berkaitan dengan cita-cita yang akan dicapai oleh forum pelestari pencak silat tradisional nusantara yang lebih mungkin dipecahkan dalam upaya untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat tradisional nusantara, dengan dana yang masih terbatas. Untuk itu perlu dukungan dari semua pihak yang terkait untuk mendukung tugas mulia dan cita-cita yang luhur dalam forum ini, agar sudi memberikan suport dalam bentuk apapun dengan sadar dan ikhlas.
"Dengan diawali oleh kesadaran bersama untuk menghapus semua perbedaan dan ego dalam diri kita mari kita lestarikan pencak silat tradironal warisan budaya Nusantara...." Demikian yang dapat kami laporkan .... saya Mas ezra danu lenana melaporkan dari Studio 1, Padepokan IPSI TMII, Jakarta...??? "
Caw....???" Jakarta, 10 Juni 2006
Mas ezra danu lelana
081572770409
Realisasi pembentukan Forum Pecinta silat tradisional
Suasana siang padepokan nasional Pencak silat pada tanggal 10 Juni 2006, sedikit berbeda dengan biasanya, terdapat beberapa tokoh persilatan yang selama ini malang melintang di dunia persilatan dapat ditemui dalam acara Pembentukan forum Pelestari dan Pecinta Silat Tradisional. Kehadiran mereka memberikan esensi yang cukup besar dalam perhatiannya terhadap olahraga beladiri pencak silat khususnya silat tradisional yang selama ini mulai sulit ditemukan keberadaanya, entah memang sudah tidak ada mungkin juga pindah alamat atau tidak ada penerusnya. Kemungkinan-kemungkinan tersebut sangat kuat, apalagi keterangan dari seorang pengamat pencak silat “Pak Oong Maryono” yang selama ini telah melakukan penelitian terhadap pencak silat tradisional ini, menurut beliau “ silat tradisional harus menjadi asset bangsa dan mendapat perhatian oleh kita, karena jangan sampai silat tersebut menghilang tanpa jejak”.
Tentunya untuk itu perlu penggalian dan penelusuran yang sesungguhnya tidak mudah. Acara pembentukan berjalan dengan lancar dan menghasilkan koordinator yang masing-masing akan mengemban tugas dan dibantu oleh anggota lainnya, walaupun tidak terlalu formal namun acara ini cukup terbilang sukses, karena selain pembetukan forum, ditengah-tengah acara diselingi diskusi dan Tanya jawan yang ternyata sangat kritis baik isi pertanyaan maupun jawaban yang kami terima. Seolah menyadarkan kita untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan hobi yang satu ini.
Menggali potensi pencak silat tradisional memang berat, namun inilah tantangan yang sesungguhnya, bagaimana disaat kondisi negera yang masih belum lepas dari krisis ditambah pula minat terhadap pencak silat sangat menurun dimasyarakat Indonesia. Hal lainnya adalah bagaimana membentuk Link yang terbuka, maksudnya tidak mungkin forum ini berjalan sendiri dan menentukan arah tanpa komando tanpa dukungan dari link yang mendukungnya, link yang terpenting disini adalah IPSI dan pengemar pencak silat.
Selain kuantitas diharapkan kwalitas sumber daya yang saat ini kita miliki disatukan dalam satu wadah komunitas. Inilah saatnya mulai belajar dan memberikan sedikit kemampuan yang kita miliki agar forum yang selama ini sebagai wacana, dikemudian hari akan menjadi kenyataan dan telah dibuktikan dalam pembetukannya yang didukung oleh kalangan pesilat maupun praktisi beladiri lain yang memberikan perhatian terhadap perkembangan pencak silat tradisional. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada Pak Ali Bin Sabeni, Pak Oong Maryono, Pak Edward, Pak Hartono, Pak H. Aziz Sya’rie, Mas Ki Sawung, Mas Eko dan Sahabat pesilat lainnya. Semoga pertemuan kemarin dapat kita tindak lanjuti dengan hasil karya yang nyata.***
sumber: yanweka atwww.silatindonesia.com

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home