html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en"> Jejak Kaki Lembah Lawe: Memanfaatkan Tenaga Lawan Untuk Menghindari Cedera Dalam Pertarungan

Thursday, September 21, 2006

Memanfaatkan Tenaga Lawan Untuk Menghindari Cedera Dalam Pertarungan

Bicara Teknik-Beladiri: di Silat Bogor

Ok kalo begitu saya mulai dengan teknik silat yang sangat mirip dengan teknik yang ada dialiran lain, maksud saya AIKIDO.

Didalam silat konsep mengalirkan tenaga lawan pada beberapa aliran silat bukanlah sesuatu yang aneh, saya ambil contoh pada beberapa aliran maen po teknik buang kelid atau piceunan (dalam bahasa sunda) sudah merupakan teknik dasar yang harus di miliki.

Contohnya pada aliran cikalong, memanfaatkan tenaga lawan akan menghasilkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan mengadu tenaga dengan lawan dengan menangkis serangan lawan misalnya. Apalagi kalau ukuran badan dan tenaga lawan sangat besar dan tidak mungkin ditandingi dari segi tenaga.

Saya sempat teringat ketika latihan sabtu dulu sempat diskusi dengan teman yang menceritakan ketika dia ditunjukkan cara menghindari teknik kucian tangan dengan cara cikalongnya pak azis, (sebelumnya pernah di praktekkan oleh pak azis). Caranya adalah dengan ngikuti tenaga lawan dan merapatkan lengan ke badan dengan tanpa memberikan tenaga tolakan. Otomatis kuncian tangan dapat di lepaskan meski yang mengunci lebih besar tenaganya.

Teknik seperti ini dikenal dengan istilah isi kosong (eusi-kosong), dimana sebagai pesilat dapat mengetahui kapan harus dilawan dengan tenaga dan kapan diberi tenaga kosong.

Sepertinya konsep ini juga dianut oleh aliran lain seperti AIKIDO, semakin terasah rasa kita ketika mengetahui kapan tenaga lawan habis maka semakin sempurna kita berlatih tenaga eusi-kosong ini.

Salah satu syarat untuk melatih ini adalah dengan melatih jurus dengan cara nempel dengan lawan atau bahasa sundanya adalah ulin napel atau Usik. Dengan semakin sering kita usik akan semakin terlatih rasa kita dalam mengukur tenaga lawan dan menyalurkan tenaga lawan dengan menggunakan tenaga isi dan kosong (eusi-kosong).

Hal lain yang perlu di lihat dalam pengaturan tenaga ini adalah bahwa kekuatan terbesar dalam tenaga adalah tenaga putaran (circle power), ini bisa dilihat dalam setiap gerakan AIKIDO dimana semua tenaga lawan akan dialirakan sesuai dengan tenaga putaran, begitu tenaga lawan habis maka waktunya kita untuk menyerang balik.

Tenaga putaran ini tidaklah cukup dengan hanya memutar badan saja tetapi harus diimbangi dengan kelincahan gerak kaki yang sangat terlatih dalam menyalurkan tenaga lawan.

Didalam silat teknik seperti ini sudah ada dan sangat familiar dilakukan dikalangan pesilat tradisional lihat bagaimana silek Sumatra melakukan kerakan putan sudah merupakan bagian dan cirri aliraan ini. Sedangkan di penca sendiri setiap jurus maen po memiliki metoda untuk melatih langkah yang disebut dengan pancer.

Jadi silat tidak kalah dengan AIKIDO bahkan jurusnya lebih kaya sepertinya dari aliran lainnya.

Di tunggu komentar dan tanggapannya.

Jaya silat Indonesia


Best Regards,
KRNov
Kiki Rizki Noviandi
Business Intelegent & Integration - Technology Initiatives
Solution Manager

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home