Sejarah Jurus Banjaran,CentralJava
"...Ketika mereka pulang ke djokdjakarta dan mengembangkan ilmu Pencak Silat yang disempurnakan dengan mengadu ilmu-ilmu dari berbagai aliran, mereka menempatkan jurus yang diterima dari KH. Busryro menjadi sumber ilmu utamanya yang di beri nama “JURUS BANJARAN”...."Oleh: Mas ezra Danu Lana
Ketika mereka pulang ke djokdjakarta dan mengembangkan ilmu Pencak Silat yang disempurnakan dengan mengadu ilmu-ilmu dari berbagai aliran, mereka menempatkan jurus yang diterima dari KH. Busryro menjadi sumber ilmu utamanya yang di beri nama “JURUS BANJARAN”.
Tak dikenal Jurus Banjaran oleh masyarakat Banjarnegara sendiri, sehingga nama Jurus Banjaran itu di terima dari anak murid kedua endekar kakak beradik itu. Padahal di Banjarnegarapun KH. Busyro punya murid langsung juga menerima ilmu serupa dengan yang di terima oleh pendekar M. Wahib dan A. Dimyati. Satu diantara murid kesayangan KH. Busyro adalah Abu Tafsir dari Wanadadi. Tidak aneh kalo pendekar Abu Tafsir juga sangat disegani oleh massyarakat Wanadadi pada khususnya dan Banjarnegara pada umumnya.
Pendekar Abu Tafsir menurunkan ilmu kanuragan itu kepada anaknya yang bernama Mirhadi yang kemudian namanya diubah oleh teman-temannya di Pondok “Pesantren” Gontor menjadi Syarif Amiruddin. Dan Syarif Amirudin yang nama kecilnya di panggil Mirhadi mengembangkan jurus Banjaran kepada murid-muridnya di Wanadadi. Dari perantaraan ketekunannya melatih maka Wanadadi akhirnya menjadi gudangnya pencak silat walaupun tak pernah di sebut Jurus Banjaran.
Sebagai penerus Jurus Banjaran, Syarif Amirudin sangat di segani di Wanadadi sebagaimana Ayah kandungnya pada jamannya. Ternyata dengan Syarif Amirudin berhasil mencetak pesilat-pesilat yang tangguh di Wanadadi.
Bukan pesilat Banjarnegara kalau tidak mengenal besar seorang pemuda yang bernama Lutfan Budi Santoso yang kemudian menjadi andalan Indonesia untuk meraih prestasi besar di berbagai Negara. Dan bagian dari ilmu Lutfan Budi Santoso adalah Jurus Banjaran warisan kakeknya Abu Tafsir dan Buyutnya Pendekar Besar KH. Busyiro Syuhada. Karena ternyata Lutfan terlahir dari ibu Sumiyati cucu langsung dari KH. Busyro Syuhada.
Cerita ini hanya pengantar bagi saudara-saudaraku yang akan berlatih sebagaian dari Jurus Banjaran lewat pelatihan ini. Dan dari Saudara-saudaralah Jurus Banjaran diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat Banjarnegara melalui permasalahan jurus ini nantinya.
Memang sebagian jurus Banjaran yang di berikan pada pelatihan ini karena kami tahu kehadirannya saudara-saudara kepelatihan ini tidak membawa bekal ilmu yang sama, bahkan mungkin ada yang belum mengenal pencak silat yang sebearnya.
Labels: Silat Article






1 Comments:
nice info man..
Post a Comment
<< Home